Tuesday, October 24, 2017

Sang khalilullah menyembelih gagak, unggas ke tiga pengganggu perjalanan


Wahai pejalan, mengapa gagak dalam dirimu perlu disembelih?

Karena Perintah Ilahiah! Ada hikmah apakah dibalik Perintah itu? Mari kuperlihatkan sedikit.

Gaduhnya suara gagak hitam berkaok itu permintaa terus menerus agar diberi umur panjang di alam dunia ini.

Jebakan melekat


Tidakkah kau ingin bergabung bersama sepuluh sahabat Nabi yang telah menerima kabar gembira; mereka yang telah disucikan bagai emas murni.[1]

Dalam persaudaraan ditemukan kesempurnaan, karena seorang lelaki itu satu kesatuan dengan sahabat-sahabatnya.

Monday, October 23, 2017

Kembalilah ke langit


Setiap saat, sebuah seruan dari langit menyapa inti jiwa sang lelaki pencari: Sampai kapan engkau melekat ke bumi, seperti buih. Naiklah ke langit!


Mereka yang jiwanya berat tetap lekat menempel bagai buih; hanya jika termurnikan ia dapat mengalir ke atas.

Thursday, October 19, 2017

Di lembah cinta


Tengah malam, aku bertanya, siapa ini yang ada di dalam rumah qalb-ku?


Dia menjawab, Inilah Aku, yang cemerlangnya membuat matahari dan rembulan jadi tertunduk malu.

Ketika seekor domba melompat


Ketika seekor dari kawanan domba melompat melintasi kali, domba-domba lain segera menyusulnya.

Gembalakanlah kawanan dombamu: indera-inderamu, ke padang rumput yang tepat.

Wednesday, October 18, 2017

Terjerat kerumitan


Kita kecanduan diskusi rumit, dan gemar mengatasi masalah.

Bolak-balik kita membuat simpul lalu mengurainya kembali.

Monday, October 16, 2017

Yang berubah dan yang tetap


Pandanglah semua makhluk layaknya air yang murni dan jernih, yang di dalamnya terpantul sifat-sifat dari Sang Maha Agung.

Sunday, October 15, 2017

Musuhku diriku sendiri


Bukanlah aku, seperti seekor singa perkasa, mampu tundukkan musuh-musuhku.


Jika ku dapat tundukkan diriku sendiri, cukuplah itu bagiku.

Hijab mencengangkan


Bagi seorang nabi, alam-dunia ini senantiasa bertasbih dengan memuji asma-Nya; sementara kita menganggapnya dungu tak berarah.

Rumah sangat sesak


Alam dunia ini seperti kamar-mandi uap, sangat panas: engkau tertekan, dan jiwamu bagai meleleh rasanya.

Saturday, October 14, 2017

Dan tetaplah engkau sadar


Wahai Sana'i,[1] Jika tak kau temukan satu pun sahabat, Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri.

Bantuan berupa penundaan


Tak terhitung banyaknya hamba yang taat, menjerit dalam do'a, sehingga kabut ketulusan membubung ke langit.

Friday, October 13, 2017

Selalulah engkau berharap


Terkait makanan jasmaniah: jika terlalu sedikit engkau makan, engkau tetap lapar seperti gagak, mudah marah dan kurang darah; tapi jika kau terlalu banyak makan, pencernaanmu terganggu.

Santaplah hidangan dari Rabb yang paling mudah engkau cerna, layarkanlah dirimu bagaikan bahtera yang mengarungi samudera jiwa.

Bersabarlah dan teguhlah berpuasa: selalulah kau berharap akan hidangan dari Rabb.

Karena Rabb yang Maha Rahman dan Maha Pengharap memberikan anugerah kepada mereka yang penuh-harap.

Mereka yang lambungnya penuh tak pernah berharap-harap cemas menanti datangnya makanan; sebaliknya mereka yang lapar, selalu bertanya, "kapankah datangnya..?" berharap sambil lapar, membuat waspada.

Tanpa engkau selalu penuh harap, limpahan anugerah takkan pernah menyapamu.

Mengenakan cinta


Suatu jiwa yang tak mengenakan Cinta pantas malu akan keberadaannya sendiri.

Mabuklah dengan Cinta karena semua yang meng-ada itu perwujudan Cinta. 

Rintihan tawanan dunia


Mesti berapa lama lagi, kudapati diriku terantai dalam penjara ini, terantai ke dunia ini.

Yang bangkit dari abu penyatuan


Wahai jiwa, engkau lah burung Phoenix, yang bangkit dari abu penyatuan. Mengapa tak terbang mengangkasa? di bumi engkau tak dikenal.

Thursday, October 12, 2017

Adab bersantap


Sang Quthb itu bagaikan singa, berburu merupakan urusannya; yang lainnya -para pejalan- memakan sisa-sisanya.

Dihantarkan perumpamaan


Manfaat perumpaan itu untuk menengahi, untuk mengantarkan pengertian.

Telah disandingkan ash-shabr dengan al haqq


Luqman mengunjungi Dawud,[1] dan didapatinya sang pemilik qalb murni, sedang sibuk membuat cincin-cincin dari besi.

Wednesday, October 11, 2017

Kearah mana hasratmu?


Sebagian kita betah berada di rumah, sementara yang lainnya senang bepergian.

Tak akan berbantah


Selama ku bernyawa, Al Qur'an keyakinanku; Muhammad, pilihan Allah, satu-satunya junjunganku.

Tujuan tunggal


Kecuali seseorang memerangi dirinya sendiri, jiwanya takkan sungguh-sungguh mati, maka takkan pernah dia kuasai rahasia penyatuan.

Tiga hari


Masa kecil sudah lama lewat Masa muda telah berlalu Usia senja tengah menjelang Dunia ini, segera lah lewati.

Semua tengah bermohon


Kita semua bergantung sepenuhnya pada kemaha-kuasaan Sang Pencipta.

Mengapa bangkit hasadmu


Mengapa bangkit hasadmu di tengah lautan kepemurahan ini? Mengapa kau tolak datangnya kebahagiaan yang menggelombang?

Tuesday, October 10, 2017

Lupa negeri kelahiran


Wahai insan, kau miliki sebuah negeri di balik lelangit, tapi pada tanah dan debu kau tujukan dirimu.

Kuasa pikiran


Wahai pencari, pikiran memiliki kuasa atas dirimu: mendadak engkau sedih, mendadak engkau gembira.

Jelas jalan kembali


Engkau yang cerahkan hatiku, telah pergi; tapi tak pernah berpisah: Citramu selalu dalam penglihatanku. Cintamu selalu dalam hatiku.

Akhirnya ia menetap


Dan singgahlah ke hatiku cinta kepada-Mu, lalu ia beranjak pergi, dengan riang.

Kau kan mati sendirian


Telah kau cari Hidup Sejati ke seluruh dunia, tapi kau kan mati di dalam hatimu sendiri.

Melesatlah dengan sujud


Jika telah kau tapaki jalan kebenaran melesat cepat engkau menuju ke rumah; ingatlah, jiwamu itu cahaya langit: ke langit engkau seyogyanya menuju.

Monday, October 9, 2017

Mereka yang merendahkan pandangannya

Pengalaman ruhaniyah itu bagaikan para bidadari yang merendahkan pandangannya,mereka tak menampakkan diri kecuali kepada pemiliknya.[1]

Pagelaran hal-hal yang berlawanan

Sudah menjadi Kehendak dan Keputusan Dia, sang Maha Pengampun, untuk memperkenalkan dan menyingkapkan Diri-Nya.

Sunday, October 8, 2017

Musuh terbesarmu


Jika bukan karena perkasanya keakuanmu sendiri, yang telah menyergapmu dari dalam, takkan penghadang dari luar diri mampu mencelakaimu.

Selamatkan diri dengan berniaga

Wahai makhluk duniawi yang suka berniaga, dapatkah kau menjual sesuatu manakala tak ada pembelinya?

Saturday, October 7, 2017

Siapakah yang tuli?


Yang berpanjang angan itu seperti orang tuli: sering didengarnya tentang kematian, tapi itu tak membuatnya sadar tentang kematiannya sendiri, atau bersiap menghadapi ajalnya.

Tamak membuat orang buta: kelemahan orang lain dicermati dengan teliti, lalu disiarkan kemana-mana; seraya sedikit pun tak menyadari kelemahan dirinya sendiri.

Alangkah anehnya, jika ada orang telanjang tapi takut bajunya robek.

Pencinta dunia itu orang rudin dan ketakutan, sejatinya tak sesuatu pun dimilikinya, tapi dia takut hartanya disasar pencuri.

Orang lahir dengan polos dan pergi dengan telanjang; diantara dua kejadian itu, kehidupan dunia dilaluinya dengan cemas, takut hartanya hilang.

Saat saat ajal tiba, ketika ratusan orang meratap, jiwanya sendiri mentertawakan ketakutannya.

Ketika itu, pecinta dunia baru sadar: tak sedikit pun dia miliki emas-permata; demikian pula, seorang yang cerdik sekali pun, tahu dia tak bisa menyiasati.

Amatilah anak kecil yang bermain uang-uangan dari pecahan tembikar: ketika pangkuannya penuh, gemetaran dia karena girang-hati seakan itu uang yang asli.

Jika kau ambil sepotong, dia merengek, jika kau kembalikan, segera dia tertawa.

Anak kecil belum memiliki pengetahuan, karenanya, rengekan atau derai tawanya hampa makna.

Seperti itu lah pencinta dunia, yang menyangka apa-apa yang dipinjamkan sebagai miliknya sendiri: dia gemetar, cemas, meratapi kekayaan palsu.

Dia bermimpi: cemas, gemetaran. disangkanya harta duniawi pinjaman sebagai miliknya sendiri.

Ketika sang Maut menyentak keluar jiwanya, membangunkannya dari tidur panjang, didapatinya ketakutannya selama ini sedikit pun tak berarti.

Gemetaran pula seorang yang terpelajar, yang kuasai aneka ilmu dan paham banyak hal tentang dunia ini.

Tentang kaum cendekiawan yang mapan dalam ilmu-ilmu tentang dunia ini, al-Qur'an menyatakan, "mereka tidak memahami."

Mereka selalu takut orang lain menyita waktunya; mereka anggap telah menguasai ilmu yang banyak.

Sering mereka berkata, "orang-orang itu menyita waktuku;" padahal sejatinya, berlalunya waktu tak membawa manfaat kebaikan bagi diri mereka sendiri.

Atau mereka katakan, "orang banyak telah mengalihkanku dari pekerjaanku yang sangat penting;" (seraya tak disadarinya) jiwanya sendiri kaku, tak mampu bergerak.

(Mereka bagaikan) orang yang telanjang sambil ketakutan dan berkata, "aku memakai jubah yang panjang, aku harus menghindari mereka yang tak hentinya menarik-narik jubahku."

Mereka hafal rincian ratusan-ribu data, yang terkait dengan aneka pengetahuan dunia; tapi sejatinya bodoh, karena tak mereka kenali jiwa mereka sendiri.

Mereka pahami kekhususan aneka macam dzat,tapi mengenai hakekat diri mereka sendiri, mereka sama dungunya dengan seekor keledai.

Mereka nyatakan, "aku tahu apa yang dibolehkan dan apa yang dilarang;" tapi pengetahuannya tentang apa yang boleh, dan apa yang dilarang bagi diri mereka sendiri, hanya berdasarkan prasangka atau kebodohan semata.

Wahai yang merasa mengetahui tentang mana yang halal dan mana yang haram; sudahkah kau pertimbangkan baik-baik mengenai dirimu sendiri--apakah termasuk yang halal, ataukah yang haram?

Bukankah suatu kebodohan, jika kau ketahui harga bermacam barang dagangan, sementara nilai dirimu sendiri tak kau ketahui?

Engkau pahami pengetahuan tentang bintang-bintang: mana yang membawa kabar keberuntungan, dan mana pembawa kabar buruk; tapi kau tak pernah berupaya menelisik, sebenarnya engkau itu termasuk yang beruntung, atau sebaliknya? Jiwamu belum tersucikan dan karenanya kau sering bernasib buruk.

Kusampaikan disini inti tujuan ilmu sejati: agar kau ketahui siapa sesungguhnya dirimu pada Hari Perhitungan.

Kau telah akrabi asal-usul ad-Diin, kini saatnya kau tengok dan cermati jiwamu yang berada di dalam dirimu sendiri-- apakah telah indah?

Wahai insan, jiwa yang telah tersucikan adalah modal dasar yang menjadi landasan, dalam mengamalkan ke dua warisan Rasulullah; sampai kau di-Rahmati dengan pengenalan akan hakekat dirimu sendiri.

Wafatnya seorang suci

Jiwamu kan terbang, melesat tinggalkan penjara sempit, menembus langit demi langit, kau masuki suatu kehidupan baru, tinggalkan hidup yang ini; takkan pernah lagi kau merasa bosan.

Obat bagi sang pencinta

Obat bagi segala kegalauan intelektual hanya lah sekilas Wajah Sang Kekasih, semua wajah yang mempesonamu tak lain adalah hijab-Nya.

Friday, October 6, 2017

Tingkatkan pencarianmu

Jika terus kau jaga harapanmu, yang merindu pada Langit, walau sampai gemetaran engkau bagai daun diterpa angin, maka air dan api ruhaniyah akan muncul, dan meningkatkan kesejatianmu.

Sang pemilik kasih tersembunyi

Sungguh hikmah yang mencengangkan: Dia, Sang Kekasih dambaan hati, telah membuatku tinggalkan kampung-halaman, bergegas aku berjalan, tapi malah kehilangan arah, sehingga semakin menjauh dari tujuan; lalu, Rabb dalam kasih-sayang-Nya, membuat tersesatnya aku itu, sebuah sarana untuk menapaki jalan yang benar dan menemukan khazanah sangat bernilai.

Kegaduhan sebelum waktu sahur

Seorang lelaki memukul-mukulkan tongkat ke gerbang pagar, di depan sebuah rumah-gedung besar, sambil berseru, "sahur, sahur..."

Heninglah ditengah perdebatan

Kiprah ke tujuh-puluh dua golongan akan tetap ada di alam dunia ini sampai Hari Kebangkitan

Thursday, October 5, 2017

Saksi terkasih

Muhammad (saw) itu pemberi syafa'at atas segala jenis aib, karena tatapannya tak pernah teralihkan pada hal lain: senantiasa tertuju pada wajah Rabb.

Wednesday, October 4, 2017

Info kerja


Harapan telah menyingsing

Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib.

Apa yang akan terjadi?

Jika bercerai engkau, dengan keruwetan pikiranmu, walau hanya satu jam saja; menurutmu, apa yang kan terjadi?

Tuesday, October 3, 2017

Merdeka ketika berserah diri

Semula ingin kuceritakan padamu kisah hidupku, tetapi gelombang kepedihan tenggelamkan suaraku.
Kucoba utarakan sesuatu, tetapi pikiranku rawan dan remuk, laksana kaca.

Monday, October 2, 2017

Info kerja

Info  Kerja

Ayo ayo.  Info terakhir bagi yang masih menganggur dan ingin cari kerja.  Hadirilah!!!
*Pelaksanaan JobMatching* tanggal *3-4 oktober 2017* jam *08.00 sd 14.00*.  Di *SMKN 1 Simpang Empat Tanah Bumbu*. Boleh dari *semua lulusan SLTA sederajat Se-Tanah Bumbu, Maupun luar daerah*.

Sunday, October 1, 2017

Cadar raga

Janganlah kau bosan bersamaku, sungguh aku seorang saksi yang indah. Sang Maha Pencemburu telah sembunyikanku di balik sebuah cadar.
Pada hari kutanggalkan cadar raga ini, akan kau saksikan bagaimana cemburunya rembulan dan bintang-bintang padaku.

Info Kerja


Ketika malam tiba

Telah kau dapatkan di dunia ini pakaian indah dan kekayaan, tapi ketika kau bertolak tinggalkan dunia ini, bagaimana kiranya keadaanmu?

Lepaskanlah beban

Lepaskan lah beban kehidupan ini, agar dapat kukunjungi taman kaum yang saleh.

Lalu, bagai ashabul-kahfi, kutelusuri jalan penuh karunia ketika tak lagi ku terjaga, bukan pula ku tertidur.