Tuesday, September 26, 2017

Ramuan herbal

Bawang Putih (Allium sativum)

Bawang putih digunakan sebagai obat herbal sejak ribuan tahun yang lalu. Pada tahun 2700 – 1900 SM di Mesir kuno, bawang putih telah digunakan oleh pekerja-pekerja bangunan piramida sebagai obat penangkal penyakit dan rasa letih. Bahkan saat perang dunia tahun 1914-1918 bawang putih digunakan oleh tentara Perancis untuk mengobati luka.
Bawang putih adalah satu dari 7 anggota keluarga bawang-bawangan, yaitu bawang merah, bawang perisai, bawang kucai, bawang ganda, bawang bakung dan bawang bombai. Di Cina, bawang putih dikenal dengan nama “Suan”. Orang Cina biasa mencampur bawang putih dengan teh, khususnya untuk obat turun panas dan antibiotic. Sedangkan orang India menggunakan bawang putih untuk menyembuhkan luka dan borok. Lain lagi dengan orang Jepang, mereka memakannya dalam bentuk jus bawang putih yang mudah diperoleh hampir disetiap sudut kota Jepang. Orang-orang Syria mencampurkan bawang putih ke dalam minuman untuk mengobati demam dan menahan sakit saat bengkak. 

Bawang putih begitu berkhasiat karena mengandung banyak zat penting yang dibutuhkan tubuh manusia. Dari umbi bawang putih per 100 gram akan didapat protein sebesar 4,5 gram, lemak 0,20 gram, hidrat arang 23,1 gram, vitamin B1 0,22 miligram, vitamin C15 miligram, kalori 95 kalori, posfor 134 miligram, kalsium 42 miligram, besi 1 miligram dan air 71 gram. 

Di samping itu dari beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat aktif awcin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotin acid. Dalam setiap 100 gram bawang putih akan didapatkan nutrisi sebagai berikut :

Komponen Gizi (Kadar) Per 100 Gram
Air (g) 58,58 
Energi (kkal) 149 
Protein (g) 6,36 
Lemak total (g) 0,5 
Karbohidrat (g) 33,07 
Serat total (g) 2,1
Natrium (mg) 17 
Kalium (mg) 401 
Kalsium (mg) 181 
Besi (mg) 1,7 
Magnesium (mg) 25 
Fosfor (mg) 153 
Seng (mg) 1,16 
Vitamin C (mg) 31,2 
Thiamin (vit B1) (mg) 0,2 
Riboflavin (vit B2) (mg) 0,11 
Niacin (vit B3) (mg) 0,7 
Asam Panthotetic (Vit B5) (mg) 0,596 
Vitamin B6 (mg) 1,235 
Folate total (vit B9) mkg) 3,1 

Bawang Putih Dalam Literatur Islam 
Meskipun dapat digunakan sebagai bumbu dapur, baunya ternyata tak sesedap rasanya. Baunya yang menyengat membuat Rasulullah SAW melarang memakannya jika hendak ke masjid. Hal tersebut sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, dia berkata, “Pada saat peperangan Khaibar, rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa memakan dari pohon ini – yakin bawang putih, maka janganlah dia mendekati masjid kami’.
”(HR. Al – Bukhari Muslim)

Sebagaimana juga hadits dari Anas bin Malik, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa memakan pohon ini (bawang putih), maka janganlah dia mendekati kami.’ Atau ‘Jangan dia shalat bersama kami’. ”(HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain disebutkan, “Barang siapa memakan bawang merah, bawang putih atau bawang bakung, maka janganlah dia mendekati masjid kami. Karena Malaikat juga merasa terganggu dengan apa-apa yang membuat Bani Adam merasa terganggu. ”(HR.Muslim). 

Sahabat Umar bin Khaththab pernah berkhutbah pada hari Jum’at, “Kemudian kalian, wahai sekalian manusia memakan dua jenis pohon yang menurutku baunya sangat busuk, yakni bawang merah dan bawang putih. Aku pernah melihat bila Rasulullah SAW mendapati kedua bau ini dari seseorang, beliau memerintahkan untuk mengeluarkannya dari masjid ke Baqi’. Barang siapa memakan kedua jenis tumbuhan tersebut, hendaklah dia menghilangkan baunya dengan memasaknya. ”(HR. Muslim).
Larangan tersebut khusus bagi yang hendak berangkat ke masjid, jadi bukan larangan mutlak. Karena bawang putih pada asalnya halal. Buktinya Rasulullah SAW mengatakan, “Barang siapa telah memakan” dan perkataan Umar, “Barang siapa memakannya hendaklah dia menghilangkan baunya dengan memasaknya.

”Permasalahan di atas telah disebutkan secara jelas dalam hadits Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata, “Ketika kami berhasil merebut Khaibar, kami (para Sahabat Nabi) memakan tanaman itu (bawang putih) karena orang-orang saat itu sangat lapar. Kami pun memakannya dengan lahap kemudian kami berangkat ke masjid. Rasulullah SAW mencium bau bawang tersebut, lantas beliau berkata, ‘Barang siapa memakan pohon yang busuk ini, maka janganlah dia mendekati masjid! ’Orang-orang berseru, ‘Bawang telah diharamkan, bawang telah diharamkan! ’Sampailah hal itu kepada Rasulullah SAW. Maka beliau pun berkata, ‘Wahai sekalian manusia, aku tidaklah mengharamkan apa yang dihalalkan Allah. Akan tetapi aku hanya membenci bau pohon itu’. ”(HR.Muslim)

Ali bin ABi Thalib berkata, “Rasulullah SAW melarang untuk mengonsumsi bawang putih kecuali setelah dia dimasak. ”(HR.Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Dengan memasak bawang putih, maka bau yang tadinya menyengat akan berkurang. Dan diketahui pula bawang putih yang dimakan mentah dapat menganggu lambung, lebih baik direbus, digoreng, atau dipanggang lebih dulu. 

Dari Ali bin Abi Thalib, beliau berkata, “Makanlah bawang putih dan berobatlah (dengan menggunakan)nya, karena sesungguhnya di dalamnya terkandung obat (peyembuh) dari tujuh puluh macam penyakit. ”(HR. Ad-Dailami) 

Ibnu Sina berbicara seputar khasiat bawang putih, “Ia merupakan zat pelembut yang dapat menguraikan angina tau gas di dalam perut secara efektif. Abu dari bawang putih apabila diolesi dengan madu akan sangat berguna dalam menyembuhkan penyakit balak. Ia juga berkhasiat mengobati penyakit yang membuat rambut rontok (alopecia) dan penyakit linu pada panggul. Sementara itu, bawang putih yang dimasak maupun dipanggang, berkhasiat sekali dalam meredakan rasa sakit gigi. Demikian pula dengan berkumur-kumur dengan air masakannya, akan sangat berkhasiat untuk menjernihkan tenggorokan. Ia juga berkhasiat menyembuhkan penyakit batuk yang kronis serta penyakit-penyakit pada organ dada, maupun selesma. Sedangkan duduk di daun-daun bawang putih yang sudah direbus dapat melancarkan air seni dan darah haid. Adapun minum bawang putih yang ditumbuk halus bersama madu, berkhasiat sekali untuk mengeluarkan lender dan dahak. 

”Dawud Al-Anthoki berkata, “Bawang putih yang dikeringkan, kemudian abunya dicampur madu, berkhasiat untuk mengobati penyakit balak, penyakit yang membuat rambut rontok dan penyakit linu panggul. Adapun bawang putih yang dimasak atau dibakar berkhasiat sebagai pereda rasa sakit pada gigi, melegakan tenggorokan, menyembuhkan penyakit batuk yang sudah parah, serta mengatasi penyakit-penyakit pada organ dada dan juga penyakit selesma. Sedangkan duduk di daun-daun bawang putih yang sudah direbus dapat melancarkan air seni dan darah haid.

”Khasiatnya Tak Seburuk Baunya Meskipun baunya menyengat dan tidak disukai banyak orang, khasiat bawang putih tak bisa diremehkan. Kandungan zat kimianya yang begitu banyak membuat bawang putih begitu berguna dalam menangkis berbagai macam penyakit mematikan. 

1. Pembunuh Bakteri Nomor Satu 
Daljit Arora ahli mikrobiologi dari Universitas Guru Nanak di Amritsar, India melakukan penelitian intensif beberapa macam bumbu dapur yang lazim digunakan dinegaranya. Dari hasil percobaannya diketahui bahwa bawang putih ampuh membunuh beberapa bakteri merugikan, di antaranya adalah bakteri Staphylococus penyebab peradangan dan keracunan darah, bakteri Entero penyebab radang paru-paru, bakteri Pseudomonas penyebab infeksi luka terbuka, bakteri Shigella penyebab disentri, bakteri Salmonell penyebab keracunan makanan dan typhus serta jamur Kandida, yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia. 

2. Penurun Kolesterol 
Di Thailand Institute of Scientific and Technological Research dibuat kapsul berisi ekstrak bawang putih yang setara dengan 7 gram bawang putih segar setiap kapsul. Dosis yang dipakai adalah dua kali satu kapsul setiap hari selama 5 bulan. Pada bulan pertama pemberian, kolesterol darah meningkat. Hal ini kemungkinan adanya pengikisan dari endapan lemak di pembuluh darah. HDL dalam darah yang berfungsi mengenyahkan kolesterol dari sistem tubuh, meningkat setelah 2 bulan pemberian. Kadar kolesterol menurun drastis setelah 8 minggu, namun penurunan kadar trigliserida baru terjadi setelah 5 bulan pemberian bawang putih. 

3. Anti Kanker 
Kanker merenggut 30 persen dari sekitar 7 juta kematian didunia setiap tahun. Sir Richard Dool, ahli kanker terkemuka dari Inggris menyatakan bahwa kanker bisa dikurangi sampai 60 persen, jika orang gemar mengonsumsi makanan alamiah dan berhenti merokok.

Dan ternyata menurut penelitian yang dilakukan oleh Belman dkk, zat allicin yang terkandung dalam bawang putih mampu mencegah timbulnya sel-sel tumor, juga menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Percobaan pada tikus menunjukkan zat allicin secara aktif menghambat pertumbuhan tumor paling sedikit 6 bulan setelah perlakuan. Ternyata percobaan pada manusia juga memberikan hasil yang nyata tentang pencegahan timbulnya kanker dan tumor. 

4. Anti Jantung Koroner 
Menurut WHO, pada 29 negara sekitar 35 persen penduduknya yang berusia antara 25-64 tahun telah mengidap penyakit jantung koroner. Di Indonesia, peningkatan penyakit jantung koroner juga telah menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, sebab peringkatnya kini telah naik ke urutan 2 sebagai penyebab kematian.

Penyebab pokok dari penyakit jantung koroner adalah menumpuknya lemak, protein dan kolesterol pada pembuluh darah. Mengonsumsi secara rutin bawang putih ternyata mampu menghancurkan kolesterol dalam darah. Bordia dkk, melaporkan, bahwa zat dalam bawang putih yang mempunyai khasiat untuk mengganyang kolesterol adalah Sulfur pada minyak atsiri bawang putih. Komponen Sulfur yang rumus kimianya “dalil disulfide” inilah yang juga memberi bau khas. Jadi kandungan minyak atsiri pada bawang putih ini memberi keuntungan ganda, rasa dan khasiatnya sekaligus.

Bahan kosmetika dan obat kuat bawang putih bukan hanya mampu mencegah/ menyembuhkan berbagai penyakit, tapi juga bermanfaat untuk kecantikan. Ia bisa membuat tubuh kita ramping atau langsing dan sekaligus menjadikan kulit halus dan lembut. Sebab bawang putih bisa mengatur jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh dengan menyisihkan kolesterol yang terlalu tinggi.

Banyak orang Korea dan Jepang meyakini, buat pengantin baru, memanfaatkan bawang putih bisa menjadikan malam-malam pengantin yang tidak terlupakan. Bawang putih dalam “kimchi” (sejenis acar sayuran) yang memerlukan penyimpanan beberapa bulan untuk memperoleh khasiat secara optimal merupakan sajian khas orang Korea maupun Jepang.

5. Menambah Gairah Seksual 
Dr. Kominoto menemukan senyawa lain dalam bawang putih yang bisa memberikan vitalitas bagi tubuh yang disebut scordinin. Dalam percobaannya dengan kelinci, scordinin mampu menekan kadar kolesterol dan menaikkan produksi sperma. Itu sebabnya zat tersebut juga mampu merangsang gairah seksual, meningkatkan daya tahan dan orgasme yang optimal. Di Negara Korea dan Jepang, dua Negara pengonsumsi terbesar bawang putih, sudah lama mengenal bawang putih sebagai “obat kuat”.

Juga ditemukan bahwa zat allicin dari bawang putih bisa membunuh eryptococcus neoformans, jenis jamur yang sering menyebabkan penyakit meningitis. Bahkan membunuh Candida albicans, jenis jamur yang sering menyebabkan infeksi pada vagina manusia.
Bawang putih segar mengandung allicin dengan aroma khas, amat bermanfaat melawan infeksi, ampuh membendung risiko keracunan makanan, membantu melawan penggumpalan darah, dan membunuh sel potensial kanker. 
Allicin amat cepat menghilang jika bawang putih mengalami proses pengawetan. Apabila memang perlu mengawetkan bawang putih, sebaiknya rendam dalam air biasa bersuhu standar. Kandungan allicin masih lebih terjaga daripada menggunakan minyak sayur.
Kadar allicin menurun hingga setengahnya setelah enam hari diawetkan dalam air. Sedangkan jika diawetkan menggunakan minyak sayur, kandungan allicin merosot hingga setengahnya hanya dalam hitungan beberapa jam. Kemampuan bawang putih sebagai antibakteri menurun jika kadar allicin terjun bebas. Peneliti Jepang membandingkan kandungan allicin pada bawang putih yang diawetkan menggunakan air, alcohol dan minyak sayur. 

Hasil penelitian yang dipublikasikan Journal of Agricultural and Food Chemistry itu memperlihatkan bawang putih segar yang digunakan sebagai bumbu masakan, kandungan allicin lebih stabil disbanding metode pengawetan apapun. 
Jadi, daripada membeli bawang putih botolan lebih baik menghaluskan siung bawang putih segar. Lebih sehat dan beraroma sedap.

No comments:

Post a Comment