Cinta itu lautan tak bertepi, di atasnya lelangit bagai serpihan buih belaka; yang gelisah, bagai Zulaikha dambakan seorang Yusuf.
Ketahuilah, roda pemutar lelangit digerakkan oleh gelombang Cinta: bila bukan karena Cinta, semesta kan membeku.
Bagaimana yang semula benda mati, berubah menjadi tumbuh-tumbuhan?
Bagaimana tetumbuhan mengorbankan diri agar dilimpahi ruh?
Bagaimana ruh mengorbankan diri demi sebuah Hembusan; yang kelembutan tiupannya pernah menghamili seorang Maryam?
Semuanya akan kaku membeku bagai es, tak akan terbang menjelajah seperti belalang.
Setiap zarah tengah jatuh cinta pada Kesempurnaan itu, dan bergegas tumbuh bagai berkecambahnya tunas.
Bergegasnya mereka adalah sebuah takbirbatiniah. Mereka memurnikan diri demi menyambut Sang Ruh.
No comments:
Post a Comment