Thursday, November 2, 2017

Berlapis Makna

Ketika al-Qur'an diturunkan, ramai kaum tak beriman mencemoohkan.


(Mereka mengatakan): "Itu hanya kisah dan cerita masa lalu; bukan penelitian yang baru, bukan pemikiran yang canggih;



Bahkan anak kecil pun bisa memahaminya: hanya tentang hal-hal yang diperintahkan dan hal-hal yang dilarang.



Kisah tentang Yusuf- tentang betapa tampannya dia, kisah ayahnya Ya'qub, Zulaikha dan gairahnya.



Naskah biasa saja, semua orang dapat memahami maknanya: tidak terdapat bagian yang membingungkan akal."



Dia berkata:
"Jika menurutmu mudah, buatlah satu surat saja yang semisal[1] dan semudah al-Qur'an ini.



Kerahkanlah jin, manusia dan cerdik-pandaidiantaramu, menandingi dengan satu ayat yang semisal."



Ketahuilah, kalimah dalam al-Qur'an itu memiliki pengertian literal dan makna-dalam yang sangat agung.



Dan dibalik makna-dalam itu, terdapat lapisan makna ketiga yang didalamnya semua kecerdasan hilang akal.



Tentang makna lapis ke empat dari al-Qur'an:sama sekali tak ada yang dapat memahaminya, kecuali Tuhan, yang bagi-Nya tak ada sekutu, yang bagi-Nya tak ada suatu pembanding.



Karena itu anakku, jangan membaca al-Qur'anhanya demi makna luarnya belaka.



Azazil memandang sang Insan, dan didapatinya dia tersusun hanya dari tanah liat belaka.



Aspek luar al-Qur'an itu seperti jasmani insan: ciri-cirinya tampak; sementara jiwanya tersembunyi.



Boleh jadi kau tinggal bersama sanak-saudaramu selama seratus tahun, tapi tak setipis rambut pun mereka pernah mengenal jiwamu.



Catatan:
[1] Qs Al Baqarah [2]: 23

No comments:

Post a Comment