Sunday, September 24, 2017

Ramuan herbal

Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)


Bawang merah sudah dikenal manusia sebagai bumbu dapur sejak berabad-abad yang lalu. Dari berbagai penelusuran literatur menunjukkan bahwa zaman I dan II Dinasti (3200–2700SM) bangsa Mesir sering melukiskannya pada patung dan tugu-tugu mereka. Bahkan konon para pekerja dan petani di zaman Mesir kuno biasa mengonsumsi bawang merah sebagai makanan utama. Rasanya yang khas memang cocok untuk bumbu masakan.
Bawang merah termasuk herba semusim. Memiliki warna umbi merah keputihan, berakar serabut dan tidak berbatang. Umbi terbentuk berlapis yang menebal dan berdaging. Bawang merah dibudidayakan pada dataran rendah sampai 1.300 m di atas permukaan laut, pada daerah lembab dan cukup air. Bagian yang dimanfaatkan adalah umbinya yang berbentuk lapisan. Umbi bawang merah bukan merupakan umbi sejati seperti kentang atau talas, ia hanya pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang yang berubah bentuk dan fungsinya, membesar dan akhirnya membentuk umbi berlapis. Selain bumbu masak, bawang merah juga dikenal sebagai tanaman herbal. 

Kandungan Kimia Bawang Merah 
Bawang memang kerap dijauhi sebagian orang karena dianggap memicu bau tak sedap. Tapi orang-orang tua justru menganggap bawang merah mampu mengobati banyak penyakit. Jika anak kecil demam misalnya, orang di desa lebih mempercayakan terapi pengobatan dengan kompres gerusan bawang merah. 
Bisa jadi memang langkah itu tepat, sebab secara klinis bawang merah mengandung sejumlah senyawa yang mampu mengobati beberapa penyakit. 
Zat-zat kimia yang bermanfaat dalam bawang merah sangat banyak, diantaranya minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, flavonglikosida, kuersetin, saponin, peptide, fitohormon, vitamin, flavonoid, sulfur dan zat pati. 

Untuk lebih lengkapnya berikut :
daftar nutrisi bawang merah per 100 gram 

Unsur (Kadar)

Kalsium 20 (mg) 
Protein 1,16 (gms)
Lemak 0,16 (gms) 
Karbohidrat 8,63 (g)
Fiber/serat 1,8 (g)
Vitamin K 62 UI
Thiamin (Vitamin B1) 0,042 (mg)
Riboflavin (Vitamin B2) 0,02 (mg)
Magnesium 10 (mg) 
Kalium (potassium) 157 (mg)
Copper/tembaga 0,06 (mg)
Besi 0,22 (mg)
Zinc 0,19 (mg) 
Vitamin E 0,130 (mg)
Vitamin B6 0,116 (mg)
Vit. C Asam 
Askorbat 6,4 (mg)
Sodium 3 (mg)
Niasin 0,148 (mg)
Vitamin B12 0 (mg) 
Lemak polyunsaturated 0,062 (g)
Mangan 0,137 (mg) 
Lemak monounsaturated 0,023 (g)
Fosfor 33 (mg) 
Lemak saturated 14 (g)
Energi 38 kal Air 89,68 (g)

Bawang Merah Dalam Islam 
Dalam kitab Al-Qanun fi Ath-Thibb, ahli kedokteran Islam Ibnu Sina menuturkan, “Bawang merah adalah tumbuhan yang berkhasiat menghilangkan penyakit balak (kulit berwarna putih karena kehilangan pigmen). Berkhasiat juga mengobati kerontokan rambut bila digosok-gosokkan pada yang rontok tersebut. Bila dicampur dengan air garam, larutan ini mampu merontokkan kutil. Selain itu airnya juga berfungsi sebagai penyembuh luka-luka kotor. 
”Dalam sejarah pun tercatat bahwa bawang merah juga telah menarik hati bangsa Israil. Disebutkan dalam tafsir Ibnu katsir surat Al-Baqarah ayat 61 tentang apa- apa yang diminta oleh Bani Israil kepada Nabi Musa as, Allah SWT berfirman, 
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabbmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu : sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya. ”Musa berkata, “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang baik ? pergilah kamu ke suatu kota, pastilah kamu memperoleh apa yang kamu minta.”(Al-Baqarah [2] : 61)
Allah SWT menyeru (kepada Bani Israil), “Hai Bani Israil, ingatlah nikmat yang telah Aku anugerahkan kepada kalian, berupa manna dan salwa sebagai makanan yang baik dan bermanfaat, menyenangkan dan mudah diperoleh. Dan ingatlah ketika kalian menolak dan merasa bosan dengan apa yang telah Aku anugerahkan kepada kalian, serta meminta kepada Musa untuk menggantinya dengan makanan-makanan hina yang berupa sayur-sayuran dan sejenisnya. 
”Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, “Maka mereka pun menolak semuanya itu dan tidak tahan dengannya. Lalu mereka menyebutkan gaya hidup yang mereka jalani, sebagai kaum yang sangat gemar pada kacang adas, bawang merah, sayur-sayuran, dan bawang putih. Mereka berkata, ‘Hai Musa, kami tidak bisa bersabar (tahan) dengan satu jenis makanan saja. Sebab itu mohonkan-lah untuk kami kepada Rabbmu agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-sayuran, ketimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merahnya.
”Mereka mengatakan bahwa mereka tidak tahan terus-menerus mengonsumsi satu jenis makanan, padahal mereka makan manna dan salwa, namun karena makanan mereka tidak pernah ganti dan berubah setiap harinya, maka dikatakan sebagai satu makanan. 

Bawang Merah Dalam Medis Modern 
1. Mengurangi Risiko Kanker 
Bawang merah ternyata mampu menangkal penyakit kanker. Hal ini karena adanya senyawa sulfur dan flavonoid di dalamnya. Flavonoid dipercayai mengurangi risiko kanker, penyakit jantung dan kencing. Ini disebabkan flavonoid memang memiliki unsur antikanker, antibakteri, antiviral, antialergi. 
Dari penyelidikan terkini, bawang merah juga cukup efektif memerangi sel kanker hati. Umbi yang nyaris tak pernah absen sebagai bumbu masakan ini mengandung phenolic lebih banyak dibandingkan bawang putih. Maka itu, bawang merah dapat membantu proses detoksifikasi. Bawang merah mampu mengeluarkan antikoagulan yang membantu pencairan darah. Ia juga membantu fungsi otak sehingga mengurangi risiko penyakit Alzheimer’s. 

2. Mencegah Diabetes Mellitus 
Diabetes mellitus sering disebut orang awam kencing manis, merupakan sejumlah gangguan yang memiliki ciri khas utama tingginya kadar gula dalam darah. Diabetes berarti “mengalir terus ”karena penderitanya selalu minum dan dalam jumlah banyak, kemudian mengalir terus berupa urin alias kencing. Sementara mellitus berarti “manis”, sebab urin penderitanya mengandung glukosa alias gula darah yang berasa manis. 
Pada dasarnya, DM disebabkan oleh hormon insulin penderita yang tak mencukupi atau tidak efektif sehingga tak dapat bekerja normal. Padahal, pada orang normal, insulin mempunyai peran utama mengatur kadar gula dalam darah; sekitar 60-120 mg/dl dalam keadaan puasa, dan di bawah 140 mg/dl pada dua jam sesudah makan.
Bawang merah sudah lama digunakan dalam ilmu kedokteran sebagai obat diabetes. Di Eropa, Asia, dan Timur Tengah, bawang merah mentah sudah lama dijadikan makanan pilihan favorit untuk mengendalikan gula darah. Di Puerto Rico, Kuba, dan Santo Domingo, bawang merah telah digunakan secara luas sebagai obat tradisional untuk diabetes.
Para peneliti India melakukan pemberian bawang merah dalam bentuk jus dan utuh sebanyak 25-200 gram pada subjek yang ditelitinya. Dari hasil penelitian itu didapat bahwa makin banyak bawang merah yang diberikan, makin besar gula darah yang berkurang. Tak ada perbedaan antara bawang merah mentah dan bawang merah yang telah direbus. Menurut teori tim peneliti, bawang merah mempengaruhi metabolism gula dalam hati, atau metabolism pelepasan insulin dan mencegah perusakan insulin. Allyl propyl disulfide dan allicin dalam bawang merah ternyata mempunyai kemampuan hipoglikemia, menurunkan gula darah dengan cara meningkatkan masa hidup (lifespan) insulin.
Sebenenarnya, sudah sejak tahun 1923 para ilmuwan mendeteksi adanya depressor gula darah dalam bawang merah. Baru pada sekitar tahun 1960, para peneliti berhasil mengisolasi senyawa antidiabetes dari bawang merah yang bekerja mirip seperti obat farmasi antidiabetes umum, tolbutamide. Cara kerja tolbutamide ialah merangsang sintesis dan pengeluaran insulin. 

3. Ampuh Cegah Resiko Jantung 
Tim dari Institute of Food Research memusatkan penelitian pada campuran quercetin, yang ditemukan dalam teh, bawang merah, apel dan anggur merah. Studi atherosclerosis menguji pengaruh kandungan yang diproduksi setelah quercetin diurai oleh tubuh. Ternyata kandungan quercetin terbukti membantu mencegah peradangan kronis yang dapat memicu pengentalan arteri. Kandungan quercetin ini dapat diperoleh dengan mengonsumsi 100 sampai dengan 200 gram bawang merah. 
Pimpinan peneliti, Dr. Paul Kroon, mengatakan, “Kita menguji kandungan darah, karena hanya bagian ini yang akan berhubungan dengan jaringan tubuh manusia dan mempunyai pengaruh pada kesehatan arteri.” Bridget Aisbitt, seorang ahli nutrisi di The British Nutrition Foundation, mengatakan, “Peradangan adalah sebuah proses yang penting untuk melapisi arteri yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke, dan dalam studi ini mengisyaratkan mengapa makan banyak buah dan sayuran dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke ini.” 

4. Menurunkan Kadar Kolesterol “Jahat” Darah 
Senyawa allisin dan alliin dalam bawang merah bersifat hipolipidemik, maksudnya dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Selain menurunkan kolesterol “jahat” LDL (Low Density Lipoprotein), menurut Widjaja Kusuma (1999), mengonsumsi satu siung bawang merah segar juga dapat meningkatkan kadar kolesterol “baik” HDL (High Density Lipoprotein) sebesar 30%. Senyawa ini juga berfungsi sebagai antiseptic, yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

5. Anti Radang 
Flavonoid dalam bawang merah dikenal sebagai antiinflamasi atau anti radang. Sehingga bawang merah dapat digunakan untuk menyembuhkan radang hati (hepatitis), radang tenggorokan (bronchitis) dan radang-radang yang lain. Selain antiinflamasi, flavonoid juga berguna sebagai bahan antioksidan, bakterisida (pembunuh bakteri), dan menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dalam darah.

Semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment