Tuesday, September 26, 2017

Seandainya sempat kau kenali

Seandainya sempat kau kenali dirimu sendiri, walau sekejap. Seandainya sempat kau tatap walau sekilas keindahan wajah sejatimu sendiri.
Maka takkan lagi kau tertidur didalam campuran lempung dan air ini, bagaikan seekor hewan: kau kan bertolak ke rumah kebahagiaan bersama jiwa-jiwa nan indah.
Kau harus telusuri jalan sampai ke sudut-sudut terjauh dirimu sendiri, agar diri sejatimu terejawantahkan; karena Khazanah Tersembunyi masih tersimpan di dalam dirimu.

Seandainya engkau hanya terdiri atas sesosok tubuh, maka takkan pernah kau dengar kabar mengenai jiwa seandainya engkau hanya jiwa saja maka engkau sudah dalam kebahagiaan bersama dirimu sendiri.
Seperti orang lain kau berhadapan dengan kebaikan dan kejahatan; kau hadapi semua itu dengan apa yang ada pada dirimu.

Seandainya engkau itu suatu jenis sayuran, maka kau miliki suatu cita-rasa khas; seandainya engkau itu sebuah periuk maka ada panas yang pasuntuk membuatmu mendidih.
Seandainya dengan putaran pemurnian itu kau berhasil tersucikan maka kau akan tinggal di puncak Lelangit bersama mereka yang suci.

Kepada semua citra yang terbentuk dalam alam-khayal-mu akan kau sampaikan: "Salam wahai jiwaku, Salam wahai semestaku."
Ketika citra-citra itu menghilang maka engkau, engkau sendirilah yang menjadi jiwa yang menjadi semesta.

Cukup lah sekian, kata-katamu telah menjadi rantai pengikat akalmu sendiri.
Jika tak terantai kata-kata itu, kau tak lain daripada lisan murni yang menyuarakan Akal Sejati.
Cukup lah sekian, karena ilmumu menghijabi lapis-lapis ilmu yang lebih dalam seandainya kau kenali Raja dalam dirimu mengapa betah kau bertahan hanya menjadi seorang penerjemah?

Catatan:
Silakan periksa puisi-puisi lain yang terkait dengan ghazal ini:
- Khazanah Tersembunyi
- Buncis Rebus

No comments:

Post a Comment