Wednesday, September 27, 2017

Ramuan herbal

Jahe

Sejak ratusan tahun lalu, jahe telah dikenal sebagai tanaman yang sangat kaya manfaat, baik sebagai rempah, bumbu maupun sebagai ramuan obat. Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah zingiber officinale roscoe ini aslinya berasal dari India. Jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang popular di Eropa.  Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan didaerah khatulistiwa seperti Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Tak sulit untuk menemukan jahe karena tanaman ini sekarang banyak digunakan diantaranya sebagai bumbu masak, pemberi aroma berbagai makanan dan minuman serta bahan obat-obatan tradisional.
Komposisi Nutrisi Jahe
dalam 100 gram jahe akan didapatkan nutrisi: 
Komponen Gizi (Kadar) Per 100 Gram
Air 81.67 g 
Energi (kkal) 69 
Protein (g) 1,74 
Lemak total (g) 0,73
Karbohidrat (g) 16,09 
Serat total (g) 2 
Besi (g) 0,5 
Kalsium (mg) 18 
Vitamin C (mg) 5 
Thimin (Vit B1) (mg) 0.023 
Riboflavin (Vit B2) (mg) 0.029 
Niacin (Vit B3) (mg) 0.7 
Pantothenic acid (Vit B5) (mg) 0.203 
Vitamin B6 (mg) 0.16 
Folate (Vit B9) (mkg) 11.2 
Vitamin E (mg) 0.26 
Lemak Jenuh (g) 0.203
Asam Lemak Tak Jenuh, 
monounsaturated (g) 0.154 
Asam Lemak Tak Jenuh 
polyunsaturated (g) 0,154 

Jahe Dalam Ilmu Kedokteran Ala Nabi 
Allah SWT telah memuliakan tanaman yang berumur panjang ini menyebutnya didalam Al-Qur’an, “Dia dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. ”(Al-Insan [76]: 17)

Abu Nu’aim menyebutkan dari hadits riwayat Abu Said Al-Khudri, beliau berkata, “Kaisar Romawi memberikan sebuah hadiah kepada Rasulullah SAW berupa satu guci berisikan jahe, kemudian beliau memberi makan setiap orang dengan sepotong jahe, dan beliau juga memberiku-makan sepotong jahe.

”Jahe merupakan-penghangat badan, membantu proses pencernaan makanan, melemaskan dan melancarkan sistem pencernaan perut secara seimbang, berkhasiat menghilangkan sumbatan-sumbatan dalam lever yang muncul pada cuaca dingin dan basah. Demikian pula ia berkhasiat menyembuhkan rabun mata, yang terjadi akibat cuaca yang basah dan lembab, baik dengan dikonsumsi maupun dengan dibuat celak. Jahe merupakan sebuah makanan dan suplemen yang berkhasiat meningkatkan stamina dalam bersenggama. Secara garis besar, jahe sangat bagus untuk lever dan lambung. Ia dapat menguraikan lender-lendir kotor, menyerap darinya menjadi panas dan kering, meningkatkan stamina tubuh dalam melakukan hubungan intim dan memperbanyak jumlah produksi sperma. Jahe juga berkhasiat untuk menghangatkan perut dan hati, membantu meningkatkan selera makan, menghilangkan lender dan dahak yang banyak mengganggu badan, menambah ketahanan tubuh, mengharumkan bau mulut, serta menangkal bahaya dan penyakit yang bisa muncul dari berbagai makanan. 

Jahe, Rimpang Sejuta Manfaat
1. Jahe untuk terapi kanker 
Jahe dapat digunakan untuk membunuh sel kanker ovarium sementara komponen yang terdapat pada cabai diduga dapat mengecilkan atau menyusutkan tumor pancreas. Demikian kata Dr. Rebeca Liu, asisten professor pada bidang obstetri and ginekologi di Universitas Michigan Comprehensive Cancer Center AS dan timnya, yang melakukan tes terhadap bubuk jahe yang dilarutkan dan diberikan pada kultur sel kanker ovarium.

Hasil studi itu menyebutkan bahwa terdapat bukti berbagai makanan pedas atau panas bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kanker. Studi itu meneliti efektivitas jahe terhadap sel penderita kanker. Meskipun demikian, studi ini masih merupakan langkah pertama.

Dikatakan, jahe dapat membunuh sel kanker dengan dua jalan, yaitu proses penghancuran yang dinamakan apoptosis dan autophagy, proses pemakanan sel. Hal ini diuraikan para ahli dalam pertemuan American Association for Cancer Research.

Menurut Dr. Rebecca, banyak penderita kanker yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi standar, dan tindakan kemoterapi merupakan proses apoptosis. Sementara jahe yang memiliki kemampuan memakan sel (autophagy) dapat membantu mereka yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi.

American Cancer Society melaporkan kanker ovarium membunuh 16.000 dari 22.000 wanita AS. Jahe terbukti dapat mengontrol keadaan inflamasi, yang berhubungan dengan perkembangan sel kanker ovarium. Dalam penelitian lain menggunakan tikus yang diberikan capsaicin (salah satu kandungan cabai), Sanjay Srivastava dari Universitas Pittsburgh School of Medicine, AS, mendapati bahwa capsaicin ternyata dapat mematikan sel kanker pancreas. Capsaicin membuat sel-sel kanker mati dan memiliki kemampuan memperkecil ukuran tumor.

2. Menambah Nafsu Makan 
Sejak dulu Jahe dipergunakan sebagai obat, atau bumbu dapur dan aneka keperluan lainnya. Jahe dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan pencernaan. Jahe yang digunakan sebagai bumbu masak terutama berkhasiat untuk menambah nafsu makan, memperkuat lambung, dan memperbaiki pencernaan. Hal ini dimungkinkan karena terangsanya selaput lender perut besar dan usus oleh minyak atsiri yang dikeluarkan rimpang jahe.

3. Menurunkan Tekanan Darah 
Hal ini karena jahe merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah, akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancer dan memperingan kerja jantung memompa darah.

4. Membantu Pencernaan
Karena jahe mengandung enzim pencernaan yaitu protease dan lipase, yang masing-masing mencerna protein dan lemak. Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting dalam membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan. Pertama, lipase yang berfungsi memecah lemak dan kedua adalah protease yang berfungsi memecah protein.

5. Menurunkan Kolesterol dan Mencegah Stroke
Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol juga diduga membantu menurunkan kadar kolesterol.

6. Mencegah Mual 
Mual dan kadang muntah selama kehamilan, lazim disebut morning sickness, membuat aktivitas perempuan hamil terganggu. Menurut sebuah ulasan yang dipublikasikan oleh jurnal Obstetrics & Gynecology, jahe dapat membantu para wanita hamil mengatasi derita morning sickness tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan janin di dalam kandungannya.

Dari enam penelitian yang menguji efek jahe dalam mengurangi rasa mual dan muntah pada wanita hamil, ditemukan bahwa jahe berfungsi lebih baik dibandingkan placebo atau obat inaktif seperti vitamin B6, yang selama ini menunjukkan fungsinya dalam mengurangi mual dan muntah pada beberapa wanita hamil. “Jahe bisa menjadi terapi yang efektif untuk mengatasi rasa mual dan muntah dalam kehamilan,” kata Dr. Francesca Borelli dari University of Naples Frederico di Italia.

Namun, mereka memperingatkan bahwa data ini masih bersifat awal, dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasikan bahwa jahe benar-benar aman untuk wanita hamil.

Dr. Borelli, dkk mengulas beberapa literature medis untuk mempelajari tentang jahe, dan menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada 675 wanita yang mengalami rasa mual selama hamil.

Dalam empat penelitian yang melibatkan 246 wanita, jahe selalu mengungguli placebo dalam mengatasi mual dan muntah, bahkan pada wanita yang mengalami morning sickness berat yang disebut Hyperemesis gravidarum. 

Pada penelitian yang terbaru, para partisipan secara acak diberikan kapsul yang mengandung 350 mg jahe atau 25 mg vitamin B6 sebanyak tiga kali sehari selama tiga minggu. Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa jahe sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam mengatasi rasa mual dan muntah. Gejala morning sickness dapat diatasi pada lebih dari separuh jumlah wanita dalam setiap kelompok tersebut.

Menurut German Federal Health Agency, hal ini karena jahe mampu memblok serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi, sehingga timbul rasa mual. Termasuk mual akibat mabuk perjalanan. Untuk mencegah mabuk perjalanan, ada baiknya minum wedang jahe sebelum bepergian.

7. Menjadikan lambung nyaman, meringankan kram perut, dan membantu mengeluarkan angin.

8. Anti radang dan mengurangi rasa sakit 
Sejauh ini, hasil uji farmakologi menunjukkan bahwa jahe memiliki beberapa aktivitas sebagai antiradang. Uji laboratorium memperlihatkan bahwa ekstrak jahe dalam air panas menghambat aktivitas lipoksigenase dan siklooksigenase sehingga menurunkan kadar prostaglandin dan leukotriena (mediator inflamasi).

Riset di Cina melaporkan bahwa pada ratusan penderita rematik dan sakit punggung kronis yang disuntik 5-10% ekstrak jahe memperoleh efek pengurangan rasa sakit, menurunkan pembengkakan tulang sendi. Pemberian secara per oral serbuk jahe pada penderita rematik dan musculoskeletal dilaporkan menurunkan rasa sakit dan pembengkakan.

Latifah, 1987, jurusan Farmasi, FMIPA UNPAD juga telah melakukan penelitian pengaruh analgesic perasaan rimpang jahe merah pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata perasaan rimpang Jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. Semakin besar dosis yang diberikan, semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifikasi rasa sakit). Pemberian perasaan rimpang jahe merah antara 1999,8 mg/kg dan 218,0 mg/kg bb mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam salisilat 10 mg/kg bb.

9. Menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas 
Jahe juga sekurangnya mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh. Di antara senyawa kimia pada jahe adalah minyak atsiri yang terdiri dari senyawa-senyawa seskuiterpen, zingiberen, bisabolena, zingeron, oleoresin, kamfena, limonene, borneol, sineol, sitrat, zingiberal, felandren. Di samping itu, terdapat juga sagaol, gingerol, pati, dammar, asam-asam organic seperti asam malat dan asam oksalat, Vitamin A, B, dan C, senyawa-senyawa flavonoid dan polifenol.

No comments:

Post a Comment